Saturday, 12 March 2016

Newspaper Version: Kalibiru, Kulonprogo (Eksotisme Waduk Sermo dan Perbukitan 'Menoreh')


Radar Tarakan, Minggu 1 November 2015


Berbicara mengenai objek wisata yang ada di Yogyakarta seakan tidak ada habisnya. Mungkin beberapa objek wisata seperti Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, Keraton, Malioboro, dll. sudah tidak asing lagi bagi para traveler. Namun ternyata Yogyakarta yang juga merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia ini masih banyak menyimpan objek wisata tersebunyi lainnya yang tidak kalah memukau, salah satunya adalah Wisata Alam Kalibiru.
Wisata Alam Kalibiru terletak di Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta. Bersama dengan masyarakat sekitar, Kulon Progo yang terkenal dengan geblek-nya ini perlahan mulai menampakkan potensi wisata yang kemudian menjadi daya tarik baru daerah tersebut. Untuk menemukan objek wisata Kalibiru dapat ditempuh kurang lebih 1 jam 30 menit dari 0 (nol) kilometer Kota Jogja. Jalan yang dilalui cukup menantang, berkeliku-liku, naik-turun bukit dan lumayan curam, sehingga sangat disarankan untuk mengecek kondisi fisik kendaraan sebelum menggunakannya menuju Kalibiru.
Perjalanan menuju Kalibiru dilalui dengan melewati Waduk Sermo, sepanjang jalan terpampang nyata keindahan alam, serta suasana pedesaan Kulon Progo yang khas, pepohonan berbaris rapi, tanah kering, daun menguning, dan terlihat gersang menandakan kemarau panjang di tanah jawa belum juga usai.
Objek Wisata Alam Kalibiru saat ini sedang populer di kalangan remaja maupun traveler yang datang dari berbagai daerah. Di media sosial seperti facebook, instagram, dsb. mulai ramai hastag dan posting-an foto dengan berbagai pose menantang dari atas pohon dengan latar Waduk Sermo dan hamparan hijau perbukitan 'Menoreh' dibelakangnya, tentu terlihat sangat eksotis, bukan?
Selain pemandangan alam yang memukau, Wisata Alam Kalibiru juga menyediakan fasilitas lain berupa paket outbound, flying fox, home stay, hotspot area, dll. Tarif untuk sekali masuk area Wisata Alam Kalibiru sebesar IDR7.000,-/ orang, belum termasuk biaya fasilitas yang disebutkan diatas. Sedangkan untuk naik dan foto di atas pohon akan dikenakan tarif IDR15.000,-/ 15 menit.
Ada beberapa spot foto pohon yang tersedia, jarak antara spot satu dan lainnya saling berdekatan. Karena ramai peminat, pengunjung harus rela mengantri lama, bahkan sampai berjam-jam lamanya untuk sekedar foto di atas pohon.
Banyak manfaat yang diperoleh dengan mengunjungi tempat-tempat baru, selain akan menjumpai banyak hal baru, tentunya juga dapat menambah wawasan, sehingga otak terpacu untuk terus berfikir kreatif, dan yang pasti membuat pikiran rileks kembali. Semoga edisi travelling minggu ini dapat menginspirasi traveler yang ingin melakukan wisata alam sekaligus wisata edukasi yang menyenangkan dan menjadikan Kalibiru sebagai tujuan wisata selanjutnya.
Indonesia itu indah, Indonesia itu fantastis, ayoo piknik jangan di rumah saja. Keep exploring, guys! Salam travelling. *mha

Two Weeks Off Work: Kalibiru, Kulonprogo, Yogyakarta





Masih lanjutan Two Weeks Off Work 2015, kali ini cerita jalan-jalan ke Kalibiru, Kulonprogo, Yogyakarta. Sebenarnya ini gak ada dalam list tempat yang pengen banget aku kunjungi dalam rangka menghabiskan masa cuti, tapi  malah diajak kesini sama teman, ya sudah let's go...

Posisi Kalibiru terletak di Kab. Kulonprogo, sekitar  1 jam 30 menit perjalanan darat dari Jogja kota, lumayan jauh emang. Kebetulan kesananya aku cuma berdua sama temanku, Fadli.
Sebenarnya sudah beberapa kali main ke daerah Kulonprogo waktu jaman kuliah dulu, pernah main ke Pantai Glagah dan Waduk Sermo. Namun, Kalibiru sepertinya baru dikelolah dan mulai ramai dikunjungi beberapa tahun terakhir ini.

Di perjalanan sempat singgah beberapa kali buat tanya jalan sama orang yang kebetulan berpapasan *temanku ternyata juga baru kali ini kesana, jadi sama-sama gak tau jalan ckckck.. untungnya sih sekarang udah canggih yah, asal ada koneksi internet kemana-mana kalau gak tau jalan bisa buka google map.


Pada saat cuti bulan september kemarin bertepatan dengan musim kemarau di Pulau Jawa, jadi sepanjang jalan terlihat kering banget, debu bertebaran dimana-mana.


Namun saat memasuki area sekitar Waduk Sermo, pemandangannya terlihat cantik banget, rumput dan pohon-pohon mengering, daunnya berubah warna jadi coklat kekuning-kuningan *berasa lagi di luar negeri mana gitu hehee..


Kami juga mampir sebentar di Waduk Sermo, foto-foto doank sekalian merenggangkan tulang belakang yang lumayan puegelll naik motor.

Dari Waduk Sermo menuju Kalibiru sekitar beberapa menit doank, jalannya cukup extreme, berliku-liku, beberapa kali melewati jalan menanjak juga.



Setelah perjalanan panjang yang lumayan melelahkan, akhirnya kami sampai di area Kalibiru. Kendaraan hanya bisa sampai bawah aja, parkir di tempat yang telah disediakan oleh pengelolah Objek Wisata Alam Kalibiru, selanjutnya kami melanjutkan dengan berjalan kaki menuju puncak Kalibiru. Untuk masuk di area Kalibiru tiap pengunjung dikenakan retribusi Rp7 ribu.


Itung-itung olahraga jalan kaki naik ke atas menuju best spot Kalibiru, walau ngos-ngosan tapi pas sampe atas semuanya bakal kebayar, pemandangan dari atas stunning banget, asikk deh pokoknya.


Ke Kalibiru gak afdol rasanya kalau gak foto di atas pohon. Setelah membeli karcis, aku pun harus sabar mengantri panjang karena banyak banget yang mau foto di atas pohon. Hampir 2 jam lamanya menunggu giliran and finally aku bisa naik dan foto 15 menit di atas pohon *akurapopo. Oya harga karcis naik pohon Rp15 ribu.

Dan ini beberapa pose 15 menit di atas pohon, agak gagok sih foto diliatin orang dari bawah, hahaa... btw thanks to Fadli for the best shoot :p








Selain spot foto pohon, sebenarnya ada beberapa fasilitas edukasi lain yang juga tersedia di Objek Wisata Alam Kalibiru, seperti flying fox and outbound. Tapi pas kesana 2 wahana tersebut ditutup sementara karena lagi dalam perbaikan *yahhh..

 NB: Cerita jalan-jalan ke Objek Wisata Kalibiru aku buat dua versi, yang satu newspaper version. Kebetulan lagi rajin, ywd sekalian nulis untuk dimuat di koran. Kapan lagi bisa narsis se Kaltara hehee :p


Sunday, 28 February 2016

The Golden Glow of Sunrise and Sunset


Have you ever woken up early to watch the sunrise? Or tell us what is your best places to watch the sunset? Everyone at one time or another has marveled of beautiful golden glow colors of a sunrise or sunset. And here are some photos of gorgeous sunrises and sunsets from wherever that taken by me. Check it out!

Sunrise at Senggigi Beach, Lombok.

Sunset at Tj. Batu, Tarakan.

Sunset at Tj. Batu, Tarakan.

Sunrise at Sei. Manurung Beach, Sebatik Island.

Sunrise at Sei. Manurung Beach, Sebatik Island.

Sunrise at Magunan, Imogiri, Jogja.

Sunrise at Magunan, Imogiri, Jogja.

at Pinus Forest, Magunan Jogja.

Sunset at Parangtritis Beach, Jogja.

Sunset at Parangtritis Beach, Jogja.

Sunset in airplane on my way to Tarakan

Sunset in airplane on my way to Tarakan

On the plane on my way to Tarakan

Somewhere out there in Tarakan

Somewhere out there in Tarakan

Sunset at Maratua Island, Berau.

Sunset at Maratua Island, Berau.

Sunset at Maratua Island, Berau.

Sunset at Maratua Island, Berau.

Sunset at Derawan Island, Berau.

Play with the sunset at Derawan Island, Berau.

Another pose under the sunset at Derawan Island, Berau.

Wednesday, 24 February 2016

Registrasi VISA WAIVER JEPANG di Kantor Konsulat Jenderal Jepang Surabaya


Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya

Konnichiwa.. ^^
Sudah pada tahu donk ya kalau sejak tanggal 1 Desember 2014 Pemerintah Jepang membuat kebijakan memberlakukan bebas visa bagi pemegang passport hijau. Tentu hal tersebut merupakan kabar baik bagi para traveller yang ingin sekali mengunjungi Negeri Sakura *termasuk saya salah satunya, hehee.. Namun Pemerintah Jepang tidak begitu saja membebaskan visa bagi WNI, ada ketentuan yang juga harus dipenuhi, diantaranya:
  1. Passport tersebut sudah dilengkapi chip yang dapat menyimpan data biometrik, atau lebih dikenal dengan E-Passport, passport jenis ini sesuai standar ICAO (International Civil Aviation Organization);
  2. Tujuan keberangkatan hanya untuk kunjungan singkat (wisata, bisnis, kunjungan keluarga, kunjungan teman, atau kunjungan singkat lainnya), dengan durasi max 15 hari;
  3. Melakukan registrasi pra keberangkatan di Kantor Perwakilan Negara Jepang di Indonesia.
Terdapat beberapa Kantor Perwakilan Negara Jepang yang tersebar di Indonesia dengan Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) sebagai berikut: (sumber: http://www.id.emb-japan.go.jp/conind.html)

Bagian Konsuler Kedutaan Besar Jepang di Jakarta

Jl. M.H. Thamrin No. 24, Jakarta 10350, INDONESIA
Telephone: (021) 3192-4308
FAX : (021) 315-7156
Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung

Kantor Konsuler Jepang di Makassar

Gedung Wisma Kalla Lantai 7
Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 8-10, Makassar, INDONESIA
Telephone : (0411) 871-030
FAX : (0411) 853-946
Website : http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/makassar/
Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua (Irian Jaya), Papua Barat

Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya

Jl. Sumatera No. 93, Surabaya, INDONESIA
Telephone : (031) 503-0008
FAX : (031) 503-0037, 502-3007 (Visa)
Website : http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/
Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan

Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar

Jl. Raya Puputan No.170, Renon, Denpasar, Bali, INDONESIA
Telephone : (0361) 227-628
FAX : (0361) 265-066
Website : http://www.denpasar.id.emb-japan.go.jp/
Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur

Konsulat Jenderal Jepang di Medan

Sinar Mas Land Plaza (Wisma BII), 5th floor
Jl. Pangeran Diponegoro No. 18, Medan, Sumatera Utara, INDONESIA
Telephone : (061) 457-5193
FAX : (061) 457-4560
Website : http://www.medan.id.emb-japan.go.jp/
Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Aceh Nangroe Darusalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau


Berdasarkan ketentuan diatas, Tarakan (Kalimantan Utara) termasuk dalam Wilayah Yurisdiksi Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya. Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan kenapa aku memilih Surabaya sebagai kota tujuan untuk menghabiskan masa 'two weeks off work'.
Untuk melakukan registrasi Visa Waiver Jepang hanya perlu  membawa E-Passport dan mengisi form visa waiver yang dapat di download disini. Penyerahan berkas pengajuan visa waiver jepang dibuka dari jam 08.30a.m. s/d 11.30a.m. Usahakan datang tepat waktu, karena pihak konsulat sangat disiplin dengan waktu yang telah ditentukan. 

Here's my personal experience when I registered for Visa Waiver Japan in Surabaya. Ini pengalaman pertamaku mengajukan permohonan visa, sebelumnya sudah stalking ke beberapa blog untuk mencari informasi mengenai prosedur melakukan registrasi Visa Waiver Jepang. Sempat dag-dig-dug juga karena dari informasi yang aku dapat, gak semua pemilik E-Passport bisa mendapat sticker + stampel visa waiver tersebut, apalagi passport-ku baru keluar beberapa hari, belum ada sticker keluar negeri, takut di-reject, karena emang gak ada informasi yang jelas mengenai indikator apa saja yang menjadi penentu disetujui atau tidaknya permohonan visa tersebut *hanya Tuhan dan pihak konsulat yang tahu, hihii horor.
Sebelum memasuki kantor konsulat, seluruh pengunjung melewati pemeriksaan ketat, KTP, HP, dan kamera harus dititip diloker security, selain itu barang bawaan seperti tas juga harus melewati X-Ray Scanner *berasa horor banget, apalagi ngelewatin pintu besi yang ngebukanya aja susah, hehee.
Setelah lolos pemeriksaan, aku diarahkan menuju ruang untuk pengajuan permohonan visa dan langsung mengambil nomor antrian. 


Kebetulan pada saat itu lagi sepi pengunjung, jadi gak lama menunggu aku sudah dipanggil maju ke loket. Aku langsung menyerahkan E-Passport dan form visa waiver. Gak beberapa lama, pihak konsulat kemudian memberikan kertas tanda terima permohonan visa. Untuk pengajuan permohonan Visa Waiver Jepang prosesnya tidak terlalu lama, hanya memerlukan waktu 1 hari, jadi hari ini mengajukan permohonan, besoknya sudah bisa diambil.



Keesokan harinya tepat pukul 12.30p.m aku sudah berada di depan Kantor Konsulat Jepang. Namun, pengambilan pasport baru dibuka pada pukul 13.15p.m s/d 15.30p.m. Saat itu sudah ada seorang bapak dan dua orang ibu-ibu yang lebih dulu antri disana. Sempat gugup juga karena hari itu aku rencana langsung balik ke Tarakan ikut penerbangan jam 15.15p.m, sementara close check-in jam 14.30p.m., takut gak keburu. Untungnya pihak konsulat sangat disiplin banget masalah waktu, tepat pukul 13.15p.m kantor dibuka. *salut, mereka benar-benar on-time banget.. Karena tau kalau aku lagi buru-buru akhirnya bapak dan ibu-ibu itu mempersilahkan aku masuk duluan *baiknyaa, jadi terharu..



Setelah melewati proses pengecheckan, akupun langsung menuju loket pengambilan passport (loketnya sama aja sih saat penyerahan), kemudian langsung menyerahkan kertas tanda terima permohonan visa yang diberikan kemarin. Saat nunggu petugas konsulat mengambil passport-ku, asliiii gugup banget... degdeg-kan euyy.
Gak berapa lama petugas konsulat datang membawa passport dan menunjukkan sticker dan stampel yang mendakan bahwa permohonan Visa Waiver Jepang APPROVED!! Lega + senang bangetttt... Alhamdulillah berasa gak sia-sia perjuangan ngurus sana sini di Surabaya.

Tanpa basa-basi akupun langsung keluar kantor konsulat dengan wajah sumringah. Aku gak sadar ternyata ada yang gak kalah paniknya karena takut aku telat check-in, yaitu supir taxi yang dari tadi nungguin aku, hehee.
Udah deh supirnya langsung ngebut aja menuju bandara, dan alhamdulillah sampai sebelum waktu check-in ditutup. *good job pak supir hehee..

FYI: Visa Waiver Jepang berlaku selama 3 tahun, atau sekurang-kurangnya selama masa berlaku passport habis (mana yang lebih dulu berakhir). Semoga sebelum masa berlaku visanya habis aku bisa travelling ke Jepang, aminn...

Ayooo nabung.. nabung.. hehee :p


Monday, 22 February 2016

Two Weeks Off Work: Suramadu Bridge



Jembatan Nasional Suramadu

Jalan-jalan ke Jembatan Suramadu kali ini masih dalam rangkaian 'two weeks off work' alias cuti dua minggu tahun 2015 lalu. Sudah beberapa kali main ke Surabaya, tapi baru sekarang kesampaian ngelewatin jembatan yang menghubungkan antara Surabaya dan Madura ini.
For your information, based on wikipedia.org., Jembatan Suramadu merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini, panjangnya mencapai 5.438 meter. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).
Retribusi untuk kendaraan roda 4 sekali jalan melewati Jembatan Suramadu sebesar Rp30ribu. Sepanjang jalan sudah ada warning dilarang berhenti di jembatan, ya gitu deh foto jembatannya dari mobil aja, gak bisa foto keluar, tapi ada yang nekat juga sih singgah di jalan. These are some photos of Suramadu Bridge that taken by me:


















The stories behind the journey to Suramadu Bridge
Saat perjalanan menuju Jembatan Suramadu yang nge-driver Mas Bagas, mas-nya emang gak domisili di Surabaya, kebetulan waktu itu pas lagi main ke Surabaya juga. Karena belum hapal banget jalan di Surabaya, jadi kemana-mana pake google-map. Ya udah sama-sama gak tau jalan jadi ngikut aja sama perintah google-map. Cuma agak aneh itu pas masuk ke loket pembayaran retribusi, udah gitu kita malah tetap ngikutin aja perintah google map padahal jelas-jelas masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak. *kurang percaya apa coba sama google map, hahaaa. Lucunya sampe mentok udah gak ada jalan lagi di Tanjung Perak, tapi di map-nya masih nyuruh jalan lurus, emang gak salah sih google-map nya, cuma kita disuruh ke Suramadu pake kapal very kali yakk, hahahaa...
Akhirnya putar balik keluar Tanjung Perak, trus dijalan sesekali singgah nanya jalan sama orang biar gak nyasar lagi, tapi tetap kok pakai bantuan google-map juga. We wanna say thanks to someone who created this application. It helps us alot.




Saat sampai di Madura, kami hanya mampir di toko oleh-oleh khas Madura dipinggiran jalan, segala aksesoris khas Madura tersedia lengkap disini, mulai dari gantungan kunci, hiasan dinding, topi, baju, dll. Setelah itu kami langsung kembali melewati Jembatan Suramadu menuju ke Surabaya.