Tuesday, 13 October 2015

DERAWAN ISLAND (#Day3: Sayonara Derawan)



Hari ketiga di Derawan disambut dengan rintikan-rintikan kecil di pagi hari, namun itu tidak berlangsung lama. Tidak ada agenda khusus hari ini selain persiapan kembali ke kota masing-masing.
Setelah seluruh barang selesai dikemas, ternyata kami masih ada sedikit waktu. Untuk mengisi kekosongan sembari menunggu waktu kapal berangkat, kami pun sepakat untuk bersepeda mengelilingi perkampungan di Derawan.
Disekitar perkampungan banyak kios-kios yang juga menyediakan rantalan sepeda, tarif untuk sekali pakai IDR 25.000,- /sepeda. Saat mengayuh sepeda tiba-tiba keingat suasana di Gili Trawangan, Lombok. Bedanya di Gili Trawangan udah banyak resort and modern cafe disepanjang pantai, udah gitu luas banget, kalau Derawan pulaunya kecil, 15 menit udah bisa mengelilingi satu pulau. Asik banget rame-rame sepedaan di Derawan, sembari sepedaan yang pasti harus tetep NARSIS sepanjang jalan, setiap sudut singgah buat foto, hahaa..


Oyaa, saat memasuki daerah semak-semak sempat SHOCK liat Luing a.k.a Kaki Seribu, hewan yang emang udah musuhku banget, udah gitu ukurannya diatas normal, gede banget dari yang biasanya aku liat. Asli histeris sendiri dah sepanjang jalan, sampe-sampe gak berani turunin kaki dari sepeda. Sayangnya gak berani foto, bukan gak berani liat aja udh geliiii bangettttt... 
So, kalau masuk semak-semak Derawan hati-hati ya, apalagi yang phobia banget sama hewan itu.


Kami juga mampir di salah satu dive resort yang ada di Derawan, udah hari terakhir baru sempat foto di gapura "Welcome to Derawan", hehee..


Setelah selesai bersepeda, kami kembali ke penginapan dan mengangkut semua barang menuju pelabuhan.

Sebenarnya rute kami Derawan - Tj. Batu dan berpisah di Berau. Tapi aku merubah ruteku sendiri, karena hanya aku seoarang yang dari Tarakan, trus masih kebayang perjalanan darat kemaren, takut nge-drop lagi di jalan, takut gak sempat ngejar speadboat terakhir dari Bulungan juga sih, ya udah aku memutuskan pulang naik speedboat langsung Derawan - Tarakan, harga tiketnya IDR300.000,- *maafkan aku teman-teman hehee..

Derawan Port
Ternyata naik speedboat Derawan - Tarakan cuma 3 jam doank, trus di jalan juga gak berasa apa-apa, tiba-tiba nyampe Tarakan aja, hehee. Sementara Adit & Anty masih harus menempuh jalan darat ke Bulungan. Ferry & Aji juga menempuh jalan darat ke Berau bersama Umi, Fachril, David, Sauri yang kemudian langsung terbang ke Balikpapan. Fachril malah dari Balikpapan masih lanjut perjalanan darat lagi ke Samarinda *perjuangan banget ya buat trip Derawan ini, hehee.


Pas nyampe Tarakan, sempat nanyain posisi teman-teman yang ternyata masih pada di jalan, tapi akhirnya semua selamat sampai tujuan masing-masing *alhamdulillah, dan liburan kita pun berakhir. See ya next trip guys..


Bagi yang ingin ke Derawan, berikut daftar informasi lokasi homestay dan sedikit terjemahan Bahasa Bajau Derawan yang umum digunakan sehari-hari disana, semoga bermanfaat ya..


 Our Stories in Derawan Island COMPLETED!!

Tuesday, 29 September 2015

Find These Tree on Kakaban Island

Pulau Kakaban adalah salah satu pulau yang masih berada di wilayah Kepulauan Derawan,  Berau, Kalimantan Timur. Pulau ini memiliki beberapa keunikan salah satunya terdapat danau yang merupakan tempat untuk ribuan ubur-ubur tak bersengat. Pulau  tak berpenghuni ini masih sangat alami, terlihat pada saat memasuki kawasan menuju Danau Kakaban, banyak pepohonan menjulang tinggi berbaris sepanjang jalan. Jenis pohon apa yang ada disana, check it out..


Jalan menuju Danau Kakaban.

ASIN-ASIN
PUUT
IPIL. Saudara Upin & Ipin kayaknya :p
BITUAI
TUKKAD LANGIT
GAGGIL
KANDIS-KANDIS
BULUNG-BULUNG
Sepintas pohon-pohon diatas seperti serupa namun ternyata berbeda jenis. Nama pohonnya pun unik-unik (bukan nama latin).
Selain pohon-pohon diatas, disana juga ada beberapa tanaman unik, diantaranya:



Gak tau ini jenis tanaman apa, pohonnya gak terlalu tinggi, bentuk buah/ bunganya unik makanya aku foto, hehee..


Kalau ini pandan raksasa, hehee. Banyak yang bilang sih ini Pandan Hutan, daunnya lebar, ditepinya ada duri. Pandan jenis ini biasanya tidak terlalu wangi seperti Pandan pada umumnya yang berukuran normal. Pandan ini terdapat banyak tumbuh di Pulau Kakaban.


Monday, 31 August 2015

DERAWAN ISLAND (#Day2: Maratua, Kakaban, and Sangalaki Are Fantastic)




Welcome to Derawan Island



Pagi sekali aku dibangunkan oleh suara hempasan ombak yang terdengar sangat jelas di telingaku, membuatku merasa seperti sedang tertidur di atas perahu kayu. Buru-buru kubuka jendela kamar, tercium bau laut yang khas, ternyata air laut mulai meninggi. Langit masih gelap, kusegerakan mengambil air wudhu dan menunaikan kewajiban 2 rakaatku sebelum memulai aktifitas *ceiiileee bahasanya heheee..

Morning at Derawan Island :)
Setelah kemarin sempat nge-drop di perjalanan, pagi ini aku merasa semua tenagaku sudah terkumpul kembali. Ahhh segar banget pagi di Derawan, bau khas laut buat aku semakin gak sabar pengen segera menjelajahinya.
Jarang banget ngerasain suasana pagi seperi ini, semua beban terasa hilang seketika. Kami pun mulai bergantian mandi, maklum dari total 10 orang, kami hanya menyewa 3 kamar, at least mandinya kudu gantian. Oh iya, jadi trip ke Derawan ini kita gak menggunakan jasa travel tour, ala backpackeran gitu. Kita shere-cost @IDR500.000,- included: tiket speed Tj.Batu-Derawan PP, speed mengelilingi 3 pulau + penginapan, murah bukan?

Yayyyyy!! We Are Ready to Explore Derawan Island.
Setelah semua personil sudah siap, kami langsung nenuju tempat parkir speedboat yang akan membawa kami mengelilingi 3 pulau. Disana sudah berkumpul rombongan lain yang juga akan perpetualang bersama. Satu speedboat berisi sekitar 20 orang, kami barengan dengan rombongan dari Jakarta.
Setelah persiapan sudah lengkap, kami pun dibawa melaju, tujuan pertama yaitu Maratua.

On Our Way to Maratua
Gelombang laut cukup membuatku dan teman-teman terombang-ambing, apalagi dari rombongan ada beberapa yang belum terbiasa mengarungi perjalanan laut menggunakan speedboat. Untungnya masing-masing sudah dibekali baju pelampung, yah mengurangi resiko lah kalau terjadi sesuatu yang gak diinginkan. Kurang lebih 1 jam lamanya mengarungi laut untuk sampai ke Maratua. And you know what was my first impression when we arrived at Maratua? DAEBAK! Maratua ROCK! cantik bangetttt.. the white sands, crystal clear water, the nature, for sure I am falling in love with this island, jeongmallyo! Hehee..
Maratua Island!! DAEBAK!!
Gak sabar banget pengen cepat-cepat turun dari speedboat, disana juga lagi rame banget. Sayang dikasih waktu singkat banget di Maratua, ya udah gak mau sia-siain waktu, kemana-mana foto yang pasti wajib donk ya. Kurang lebih 1 jam-an di Maratua dan kemudian kami melanjutkan perjalanan ke pulau seberang, masih belum puas sebenarnya menikmati keindahan alam Maratua, nguatin diri aja pas diajak balik ke speedboat sambil dalam hati ngomong "next time kudu kesini lagi, insyaAllah, amin".
Our Trip Our Adventure!
Setelah personil lengkap, kami pun melanjutkan perjalanan. Entah saat itu kami juga belum tau tujuannya kemana dulu, ngikut aja deh pokoknya sama yang punya speedboat, hehee. Sekitar 10 menit dari Maratua, speedboat yang membawa kami singgah di salah satu tempat, belakangan aku baru ngeh kalau ini yang dinamakan Laguna.


Tempat ini asing banget di telingaku, tujuan awal sebenarnya hanya ke 3 pulau itu aja, Maratua, Kakaban dan Sangalaki. Ternyata kami beruntung, karena gak semua rombongan lain dibawa kesini, saat itu cuma ada rombongan kami dan 1 speedboat yang emang dari awal bareng menyusuri Pulau Derawan.


Saat itu air laut lagi surut, jadi kami bisa melewati semacam terowongan, penduduk sekitar menyebutnya dengan Kehe Diang yang beratri 'lubang ikan', namun sekarang bukan hanya ikan aja yang bisa melewatinya, para traveler juga bisa masuk kedalam Kehe Diang menuju danau apabila air laut lagi surut, how lucky we ware, hehee. 


Kehe Diang
Sayangnya pas masuk terowongan aku gak bawa tas, jadi gak sempat foto danaunya, cuma dapat foto view di luar doank *hikss. Sama seperti saat di Maratua, di Laguna kami juga gak menghabiskan waktu lama, setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Kakaban Island, cusss..


Kakaban Island

Dari Laguna, butuh waktu 10 menit untuk sampai ke Kakaban.

Gak nunggu waktu lama sesaat setelah speedboat menepi, kami langsung bergegas menuju danau dengan menaiki beberapa anak tangga dan melewati jejeran pepohonan. Terdapat beraneka jenis pohon kayu, serta tanaman sepanjang jalan menuju danau. Untuk mengetahui jenis pohon apa saja yang ada disana, klik disini.

Suasana danau saat itu lagi ramai banget, air danau mengeruh sehingga terlihat kotor/ butek, semoga deh ubur-uburnya gak stress dipegangin sama pengunjung, hehee. (FYI: di Pulau Kakaban terdapat banyak ubur-ubur yang jika dipegang tidak membuat badan menjadi gatal.)


Karena kondisi danau kayaknya gak memungkinkan buat kita berlama-lama disana, ya sudah kami pindah mencari spot yang nyaman di sekitar pinggiran pantai. Saatnya kami menyantap makanan yang sudah disiapkan oleh pengelolah speedboat, jadi biaya keliling 3 pulau itu udah include dengan makan siang. Cuaca saat itu lagi terik, lumayan lama kami beristirahat sekaligus menikmati suasana di Pulau Kakaban. 


Kami melanjutkan petualangan dengan kembali ke speedboat, rombongan lain mulai mempersiapkan perlengkapan snorkeling mereka, awalnya aku gak ada niatan mau ikut snorkeling, tapi mikir udah sampai sini sayang banget kalau gak ikutan.

Akhirnya aku mantap ikut snorkeling, selelah peralatan terpasang di badan seperti kacamata snorkeling, kaki katak, dan yang pasti baju pelampung karena akunya gak bisa berenang, hehee, dengan segera akupun nyemplung ke laut, area snorkeling di sekitaran Kakaban doank. 
Asli underwater Kakaban cantik banget, banyak ikan warna-warni, ikan gede juga banyak, wowww gak nyesal deh pokoknya, sayang gak prepare kamera underwater jadi gak bisa photo, hikzz..
Sangking asiknya menikmati underwater Kakaban sampe gak sadar udah berenang agak jauh, sempat horor sih pas agak tengahan liat kebawah ternyata ada palung, walau udah pake pelampung tetep aja takuutttttt heheee..
Sekitar sejam berenang-renang ria menghitamkan kulit, kami semua disuruh kembali ke kapal karena saat itu arus air laut lagi gak bersahabat, takut ntar kami terbawa arus.


Sangalaki Island
Setelah semua kembali ke kapal, kami pun melanjutkan perjalanan ke pulau terakhir yaitu Pulau Sangalaki.

Find these beauty on Sangalaki Island
Sesampainya di Pulau Sangalaki kami sudah tidak ingin bermain-main air lagi *mungkin kami lelah, hehee, kami langsung menuju ke tempat penangkaran tukik (baby penyu), disana kami bisa pegang tukik langsung, lucu bangett...

Tukik
Setelah puas bermain dengan tukik, kami kembali ke pantai, tentram banget suasananya, the view was amazing too, love it.. puas banget dah.


Bye, see you next trip :)
Akhirnya lengkap sudah petualangan 3 pulau kita. Saatnya kembali ke Derawan. Sempat ada gangguan kecil pas perjalanan pulang, bansin speedboat yang kami tumpangi habis, untungnya dari awal emang udah barengan dengan speedboad lain, jadinya gak sampe drama bermalam di laut, hehe. Sampai Derawan sudah sore aja, No doubt, Maratua, Kakaban, Sangalaki are very fantastic.

Monday, 22 June 2015

DERAWAN ISLAND (#Day1: Long Journey to Go to Derawan)

Liburan kali ini sebenarnya sudah direncanain jauh hari sebelum hari 'H', tapi lagi-lagi aku selalu gak bisa kasih kepastian ikut apa gak mengingat kerjaan yang kadang malah merusak rencana kalau direncanin. Nah liat kalender libur 1 Mei 2015 itu pas di hari Jum'at (Sabtunya kejepit donk ya), aku pun mencoba beranikan diri bolos di hari Sabtu, namun sebelumnya kerjaan aku usahakan selesai dulu, biar di jalan gak terlalu beban. Sampe dibela-belain lembur pulang jam 7 malam biar sabtunya bisa kabur *nasib pekerja yang sabtu-sabtu tetep ngantor hikzz..
Setelah kerjaan sepertinya aman ditinggal, aku pun mantap ikut trip ke Derawan. Pulang kerja langsung minta izin ortu then cuzzz packing barang. Selesai packing sekitar jam 1 malam *entah apa aja yang aku bawa rempong banget hahaaa..
Paginya jam 6 udah mulai siap2 lagi, mau ngejar speedboat pagi menuju Bulungan (The Capital City of North Kalimantan) *gak kebayang ngantuknya tidur 5 jam-an doank.
Jam 7 teng aku udah berangkat ke pelabuhan, ternyata speed pertama jam 8.15a.m, nunggu sampe terkantuk-kantuk dah di pelabuhan, hehee..

Nyampe Bulungan sekitar jam 9.30a.m, agak molor karena berangkatnya juga molor dari Tarakan. Tiba di Bulungan udah ada teman (Anty & Adit) yang jemput, gak nunggu waktu lama kami langsung cusss berangkat menuju Berau. Ini kali ke-2 aku melewati jalan darat menuju Berau, yang pertama saat trip ke Labuan Cermin beberapa bulan lalu.
Saat perjalanan menuju Berau beberapa kali kami singgah di jalan, sepertinya Anty gak biasa perjalanan jauh lewat darat. Dan entah kenapa aku juga ikutan mabuk, padahal saat perjalanan 8 jam ke Labuan Cermin aku aman-aman saja tanpa ada keluhan yang berarti. Ya udah deh sempat minta stop mendadak di jalan and you know lah, JACKPOT!!! hadehhhh..
Sepanjang jalan gak enak banget dah bawaannya, almost gave up, tapi selalu keingat perjalanan ke Labuan Cermin yang juga ngelewatin jalan ini, bahkan beberapa kali lipat lebih jauh. Mungkin faktor yang nyetir juga perlu dipertanyakan, segala lubang habis di tabrak, hahaaa...

Setelah beberapa kali singgah di jalan, akhirnya sampai juga di Berau. Lumayan lama nunggu Ferry (teman Adit), ya udah kita sekalian cari tempat makan dulu. Dan entah kenapa aku selalu gak selera makan kalau dalam perjalanan, yang ada malah mual banget masuk warung makan, jackpot lagi, huueeekkk...
Gak berapa lama setelah selesai makan, ferry datang menghampiri, kita langsung dituntun menuju rumah Aji (sepupu ferry) yang jg mau ikut trip ke Derawan. Kemudian lanjut perjalanan menuju bandara untuk menjemput teman-teman dari Balikpapan. Nyampe bandara sekitar jam 2-an, dan dapat kabar kalau flight BPN-Berau delay. Nunggu lama banget di bandara, sekitar jam 4-an pesawat yang dinanti landing, nambah 4 personil dari Balikpapan: Umie, Fachril, Sauri n David. Kirain udah lengkap, ternyata masih jemput satu orang lagi (sepupu ferry, lupa namanya). All personils COMPLETED!! Let's gooo.....
 
Kalimarau Int. Airport, Berau.
Kami pun langsung melaju menuju Tj.Batu dengan mengendarai 2 mobil, adit n ferry bertindak sebagai driver. Jalan yang dilalui menuju Tj.Batu kurang lebih sama dengan jalan Bulungan-Berau tadi, hutan, berkelok-kelok dan banyak lubang/ jalan rusak *ini nih yang gak ngenakin sepanjang jalan.
Ada beberapa orang yang mabuk sepanjang jalan *termasuk saya sendiri hahaaa. Ya udah gantian minta stop di jalan, perjalanan pun jadi terhambat beberapa kali. Entah apa yang terjadi denganku saat itu, parahnya aku sampai jackpot dalam mobil karena pas jalan nanjak, aku udah gak bisa nahan, jeongmal mianhae kawan2 *hiksss.
Hari pun mulai gelap, perjalanan masih beberapa kilometer lagi, udah lelah banget. Dengan perjuangan yang luar biasa, sekitar jam 19.30 pm kami tiba di pelabuhan Tj.Batu, namun perjalanan belum selesai sampai disitu. Setelah parkir mobil kami nyebrang menuju Derawan menggunakan  speedboat malam itu juga. Kurang lebih 30 menitan perjalanan laut, and finally, we arrived safely at Derawan Island, yayyyyyy! 

Monday, 25 May 2015

Being A Writer..

In some previous post, I've been sharing the stories titled: 'Short Holiday in Lombok n Bali'.
So what else? And now, I would like to share the relating post about it.

My Pets..

Do you have a pet?

What kind of pet do you have?

Well, at this post I would like to share some stories of my pet. Sahabat-sahabat kecilku, mereka yang unyu-unyu, gemesin, tp udah pergi ninggalin aku (*hikss), itung-itung buat kenangan.

1. Momo

Sepintas momo terlihat seperti tikus, tapi momo bukan tikus melainkan sepupu tikus alias hamster, hehe.. Gak ngerti juga momo jenis hamster apa, momo sedikit lebih besar dari hamster pada umumnya. Momo didatangkan dari Malaysia, pemberian dari teman kakak aku. Momo lebih aktif malam hari (namanya juga sepupu tikus hehee). Senang banget main bareng momo, lincah, lucu, gemesin banget pokoknya, apalagi kalau lagi makan kuaci. 

Yang paling berkesan sama momo itu kalau lagi main bareng, gak pernah gigit, suka banget lepasin momo jalan di tanganku. Sebelum mati momo gak sakit, tiba-tiba guling kesana kemari, gak lama setelah itu langsung kaku, entah salah makan atau emang lagi sakit. Sedih banget liatnya, apalagi pas ngubur momo, hikss.. Selamat jalan sahabat kecilku.. I miss u soo much :*

   2. Ciripeh

Nama Ciripeh terinspirasi dari nama anjing di telenovela jaman aku masih kecil 'Carita de Angel'. Ciripeh disapa Ipeh adalah sejenis kucing kampung, hehee.. Sejarah Ipeh hadir di rumahku ngenes banget. Ditemukan nyusu disamping rumah bersama 3 ekor saudaranya yang merupakan korban pembuangan dari majikan sebelumnya. Ini kucing asli liar banget pas pertama ketemu, kalau ketemu orang langsung lari kayak ketemu setan, tp seiring berjalannya waktu, Ipeh dkk mulai jinak. Ciripeh is one of my fav cat. I have 4 cats, but dunno why I love Ipeh more. Mungkin karena Ipeh unik kali ya, mukanya aja lucu banget, item ada totol2 kuning, udah gitu ini kucing kemayu banget, hehe.. Yang paling berkesan sama ipeh itu banyak banget, pokoknya Ipeh nyenengin banget. Sangking sayangnya sama Ipeh, waktu dia mati berasa nyesek banget, ampe bengkak dah tu mata *hikss. Kucing kemayukuuu tersayang, I miss u so bad.. :(

  3. Bunny Bou^^

  Yang ketiga yaitu kelinci, namanya Bou. Karena ciri khas kelinci emang suka lompat-lompat makanya aku kasih nama Bou, yang berasal dari kata 'bounce', yang artinya melambung, memantul atau, melompat-lompat.

Short Holiday: LOMBOK - BALI (Less than 24 hours in Bali)




Flashback: 
Nyampe Pelabuhan Padang Bai udah sore banget, setelah proses panjang negosiasi yang melelahkan dengan supir di Padang Bai, terdampar di pinggir jalan, dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Kuta bersama teman2 mahasiswi. Ooya satu dari mereka bernama Melati, selanjutnya aku sebut Melati, dkk. aja biar gak ribet.
Flashback End!!


Supir travelnya ramah, beda banget sama yang sebelumnya hihii. Ya udah deh lumayan lega, one problem solved lah yah.  Sepanjang jalan Melati, dkk. remukan milih hotel, mereka udah rinci banget itinerary-nya, udah survey hotel, travel, tourism places yang mau dikunjungi, berbeda dengan aku dan mbak nur yang gak prepare sama sekali ke Bali, hahaha...

In the middle of our way to Kuta tiba-tiba hujan turun (lagi), mana makin deras, judulnya rencana kacau lagi deh. *hikss..
Pas nyampe Kuta kita langsung singgah di mall cari makan, padahal lagi acak-acakan banget setelah perjalanan panjang LOP-DPS. Selesai makan aku n mbak nur janjian ketemu sama Melati, dkk. Kita sama-sama keliling Kuta buat cari hotel, rencananya pengen sehotel bareng, tapi karena mereka terlalu banyak pertimbangan dan kita mulai lelah, akhirnya kita cari hotel masing2 aja.

Aku n mbak nur milih nginap di Bali Summer Hotel, Melati, dkk. juga udah nemu hotel pilihan mereka, kita pisah deh. Nyampe hotel langsung bersih-bersih, mbak nur ngajak jalan lagi, tp sayang hujannya deras banget, dan tidur adalah pilihan terbaik saat itu. *Zzzttt..

Paginya bangun lumayan awal, udah langsung packing aja, hahaaa no comment lah liburan kali iniSelesai beres2, kita langsung menuju pantai kuta, dari hotel sekitar 10 menitan doank jalan kaki. 


Sampai Kuta liat pantainya sedikit mengecewakan, kotor banget, pasir pantainya udah banyak kecampur sampah. Gak lama di pantai kami memutuskan jalan disekitaran Kuta, pengen sekalian cari oleh2, karena masih pagi banget tokonya banyak yang belum buka, hehee...


Ya udah balik hotel lagi, sarapan juga udah ready, kita sarapan dulu. Selesai sarapan kita lanjut jalan2 lagi, lumayan jalan kaki jauh banget, lecet, lecet dah ni kaki, dan usia emang gak bisa dibohongi, kita kecapean ditengah jalan, hahaaa *gak kok aslinya kita masih muda :D


Hasil jalan2 pagi kita cuma dapat beberapa item barang doank, liat waktu juga udah mepet akhirnya kita balik hotel, istirahat bentar lanjut cari taxi and cusss bandara. Kisahku dan mbak nur berakhir disini, kita pisah karena mbak nur masih nginap semalam lagi di Bali, hikss..


Dijalan menuju bandara aku minta singgah di Krisna, pusat penjualan oleh2 khas Bali, segala jenis aksesoris, makanan, dll. ADA! Lumayan kalap disini, gak sadar belanjaanku banyak banget hahaa..
Yupp nyampe bandara means my vacation ends here. Walaupun kelihatannya agak tergesa-gesa, but I really enjoyed every places I have visited and every people I have met. 

And of course I would like to say thank to my boss for your kindness. May Allah grant you much more happiness, success, and everything *amin.. This free holiday means a lot to me, semoga ada free holiday selanjutnya hahaaa.. 

My Short Holiday Lombok - Bali COMPLETED!

Lombok (Photos)